Ini Klarifikasi Karutan Kolaka Perihal Video Viral Power Bank di Tong Sampah Rutan Kolaka
![]() |
| Ketgam : Rutan Kolaka. Foto : IST |
KOLAKA (LAWOROMEDIA.ID) - Video penemuan puluhan power bank di dalam tong sampah berwarna kuning yang diduga hendak diselundupkan ke Rutan Kelas IIB Kolaka memicu sorotan publik.
Di tengah derasnya tudingan, Kepala Rutan (Karutan) Kolaka, Bambang Punto Herdiyanto, akhirnya buka suara memberikan klarifikasi resmi, Selasa (10/2/2026).
Bambang menegaskan bahwa informasi yang beredar terkait penyelundupan power bank tidak sepenuhnya benar. Ia menyebut barang tersebut ditemukan di luar area rutan saat proses pengawasan petugas, bukan saat berhasil masuk ke dalam blok hunian warga binaan.
Menurutnya, temuan itu merupakan hasil deteksi dini petugas, tepatnya Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka KPR), yang melakukan pengamatan terhadap aktivitas warga binaan. Karena ditemukan di area luar rutan, ia menilai peristiwa tersebut belum bisa dikategorikan sebagai penyelundupan.
Selain itu, Bambang menyebut warga binaan yang saat itu menjalankan tugas kebersihan tidak tertangkap tangan membawa barang terlarang. Status yang bersangkutan masih sebatas dugaan dan kini tengah dalam proses pengawasan serta pemeriksaan internal.
Sebagai langkah lanjutan, pihak rutan mengaku telah melakukan penggeledahan ke dalam blok hunian guna mendeteksi tingkat kerawanan serta mencegah potensi pelanggaran lanjutan. Ia menambahkan, jika nantinya terbukti ada pelanggaran, warga binaan yang terlibat akan dijatuhi hukuman disiplin sesuai aturan yang berlaku.
Tak hanya soal power bank, Bambang juga menanggapi isu lain yang menyeret nama rutan, yakni dugaan pungutan liar bagi warga binaan yang menggunakan telepon genggam dengan tarif Rp500 ribu per bulan serta biaya pengisian daya sebesar Rp50 ribu per unit.
Selain itu, muncul pula tudingan adanya oknum petugas berinisial Z dan AA yang disebut-sebut menerima setoran.
Menanggapi hal tersebut, Bambang menegaskan pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap sumber informasi.
“Sumber informasi juga sudah kami mintai keterangan kepada yang bersangkutan bahwa isu itu tidak benar. Mereka merasa difitnah terkait pemberitaan tersebut,” kata Bambang.
Saat ditanya mengenai komitmen transparansi jika di kemudian hari ditemukan bukti yang bertentangan dengan pernyataan saat ini, Bambang mengaku siap membuka kembali kasus tersebut.
“Saya terbuka, ngga apa apa,” pungkasnya.
Sebelumnya, publik dihebohkan dengan video yang memperlihatkan puluhan power bank dibungkus kantong plastik dan disembunyikan di dalam tong sampah. Barang tersebut diduga akan dimasukkan ke dalam rutan, namun berhasil digagalkan petugas sebelum melewati pintu pemeriksaan.
Peristiwa ini kembali menyeret nama Rutan Kelas IIB Kolaka ke dalam sorotan. Sebelumnya, rutan tersebut sempat disinggung dalam kasus penggunaan telepon genggam oleh warga binaan yang diduga berkaitan dengan aksi pemerasan bermodus video call seksual.
Seorang mantan warga binaan bahkan mengungkap dugaan modus penyelundupan melalui akses pembuangan sampah. Ia menyebut barang terlarang seperti HP dan power bank kerap disembunyikan di dalam tong sampah yang keluar masuk rutan melalui program asimilasi.
“Mereka (napi asimilasi) biasa ditugaskan membuang sampah ke luar. Nah, pada saat tong sampah dimasukkan kembali ke dalam, biasa ada HP dan power bank yang disembunyikan di dalam susunan tong sampah itu,” ungkapnya dikutip melalui Kolaka Pos, Senin (9/2/2026).
Sumber yang sama juga menuding adanya dugaan keterlibatan petugas, termasuk praktik setoran untuk penggunaan HP di dalam rutan. Namun hingga kini, pihak Rutan Kolaka menegaskan seluruh tudingan tersebut masih sebatas isu yang belum terbukti dan telah dibantah melalui klarifikasi resmi pimpinan rutan.
Penulis : Hasan Jufri


0Komentar