TpO7TSYpTUrlGfY9GpMiTSd8Gd==
Light Dark
Pimpinan Pesantren di Mubar Cabuli Santrinya Dengan Modus Beli Gorengan Hingga Uji Nyali

Pimpinan Pesantren di Mubar Cabuli Santrinya Dengan Modus Beli Gorengan Hingga Uji Nyali

×


Pimpinan Pesantren di Mubar Cabuli Santrinya Dengan Modus Beli Gorengan Hingga Uji Nyali

Ketgam : La Ode Suparno Tammar, Kuasa Hukum Korban saat menemani dua santri yang sementara di BAP di Satreskrim Polres Muna. Foto : Hasan Jufri / Laworo Media.Id.

MUNA BARAT (LAWOROMEDIA.ID) - Kasus pencabulan kembali mencederai Marwah pendidikan.


Kasus asusila itu terjadi di Pondok Pesantren Darul Mukhlasin As-Saniy, Desa Kasakamu, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).


Saat ini tercatat sudah tiga santri yang melaporkan pimpinan pesantren tersebut pada pihak Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Muna.


Mereka adalah ABN (16), SM (17) dan SR (22).


Salah satu korban inisial SR Melalui kuasa hukumnya, La Ode Suparno Tammar mengatakan, SR telah lima kali dicabuli JM yang juga Pimpinan Pesantren Darul Mukhlasin As-Saniy.


Awalnya kejadian itu bermula sejak tahun 2023 di mana korban hendak menyetor hafalan pada ustaz JM. Korban diminta menyetor hafalan urutan terakhir sehingga para santri putri telah kembali keasrama


“Korban menyetor hafalan, lalu Ustadz JM mengatakan jangan mi menyetor, buka cadarmu kemudian mencium kening dan bibir korban,” ungkapnya. Kamis, (22/1/2026).


Setelah melakukan aksi bejatnya, JM kemudian mengirimkan pesan pada korban dengan mengucapkan kata maaf dan mengajak korban untuk membeli gorengan sebagai permintaan maaf


Pada tahun yang sama, Ustadz JM kembali melakukan aksi kedua kalinya dengan modus mengajak korban membeli gorengan.


“Pada malam hari pelaku mendatangi rumah korban menggunakan sepeda motor dengan mengajak korban membeli gorengan di Desa Lahaji,” tambahnya 


Namun setelah tiba di Desa Lahaji, pelaku mengeluarkan aksi bulusnya dengan mengambil tangan kanan korban lalu diletakkan diatas perutnya.


“Korban hendak melepaskan tangannya, namun pelaku menahan tangan korban. Lalu setibanya ditempat sepi, pelaku mendekatkan wajahnya pada korban dan menarik cadar korban hingga terlepas dan mencium bibir korban,” bebernya 


Tak sampai disitu, perjalanan kemudian dilanjutkan ke desa Rogo dan Desa Bakeramba, tiba-tiba pelaku memberhentikan motornya dan menyuruh korban untuk memeriksa ban motor yang mereka kendarai.


“Pelaku menyuruh korban memeriksa ban motor yang mereka kendarai, tiba-tiba pelaku menarik tangan korban dan memeluknya. Lalu menyuruh korban mengangkat jilbabnya dan ingin mencabuli korban,” ujarnya


Selanjutnya pada kejadian ketiga, pelaku mengajak korban untuk bermalam di asrama putri. Setibanya disana, korban kemudian diminta pelaku untuk datang di belakang asrama.


“Setelah tiba dibelakang asrama, ustaz JM  menarik tangan korban ditempat gelap lalu mencium bibir korban hingga meraba tubuh korban,” ujarnya


Tak sampai disitu, Ustadz JM kemudian kembali memanggil korban untuk datang ke pondok setelah isya dengan dalih ingin kembali bertemu sebelum ia menikah.


“Disitu lah terjadi hubungan layaknya suami istri yang membuat korban kesakitan akibat ulah Ustad JM,” katanya pula


Atas kejadian itu, keluarga korban meminta pada aparat penegak hukum untuk segera menangkap pelaku karena dikhawatirkan melarikan diri.


Penulis : Hasan Jufri

0Komentar

SPONSOR